BKKBN Sultra Himbau Faktor Lingkungan Bisa Jadi Pemicu Stunting

oleh -31 Dilihat
kepala BKKBN SULTRA, Asmar

Kendari BeritaPublik.id _  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara (Sultra) himbau warga faktor lingkungan yang tidak sehat bisa menjadi pemicu terjadinya kasus stunting pada balita” Tahun 2022

Menurut kepala BKKBN Sultra, Asamar, mengatakan terdapat beberapa faktor lingkungan yang dapat menghambat pertumbuhan anak maupun balita, salah satunya sumber air minum, yang dapat memicu stunting pada anak.

“Sumber air yang tidak layak yang dimaksud adalah yang kategori air di luar dari air kemasan, ledeng atau PAM, sumur bor, dan sumur terlindungi,” katanya.

Asmar kemudian menyebutkan, dari sampel sasaran sebanyak 380.662 keluarga dari total seluruh keluarga di Sultra, persentase air minum tak layak terbanyak ada di Kabupaten Buton Selatan sebesar 31,19 persen.

“Kabupaten Muna dengan 21.68 %, Wakatobi 20.84 %, Kolaka Utara 13.42 %, Kabupaten Buton 10.58 %, Muna Barat 10.28 %, Kolaka Timur 10.18 %, Buton Utara %  9.49 %, Kolaka 9.79 %, Buton Tengah 8.48 %, Konawe 8.19 %, Konawe Selatan 7.91 %, Konawe Utara 7.47 %, Konawe Kepulauan 7.03 %, Kota Kendari 5.68 %, Bombana 5.10%, dan yang paling rendah persentasenya yakni Kota Baubau sebesar 2.39 %,” ujarnya

Asmar, mengingatkan kepada warga agar faktor lingkungan terutama masalah air bersih harus menjadi perhatian utama dan perlu mendapat intervensi dari pihak terkait agar bisa memastikan keluarga mendapatkan air yang layak konsumsi.

“Karena biarpun anak mendapatkan sumber gizi yang baik, tetapi bila lingkungan tidak memenuhi standar kesehatan maka bisa menjadi pemicu stunting,” pungkasnya

Reporter : Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.